Wednesday, November 11, 2020

Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Di Kalangan Remaja

 

Nama              : Andra Fajar Papua

NIM                : 20220042

Kelas               : A1 PBI

Subjek            : UTS

 

 






 

Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Di Kalangan Remaja



source:logodud.com



            Di zaman modern seperti ini, generasi Milenial seolah – olah mendapatkan kosa kata baru yang datangnya entah muncul dari mana. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar kini perlahan memudar seiring dengan masuknya budaya asing ke negara Indonesia. Tentu saja masuknya budaya asing ke Indonesia sangat mempengaruhi kepada cara berbicara bangsa Indonesia, bukan hanya cara berpenampilan dan berperilaku saja.

            Mari kita lihat lebih dalam mengapa penggunaan bahasa Indonesia yang benar semakin hari kian memudar. Ternyata pengaruh terbesar dari memudarnya bahasa Indonesia yang benar di kalangan remaja adalah panutan mereka. Kepada siapa mereka menganut, siapa yang mereka jadi kan idola. Itulah salah satu alasan kenapa penggunaan bahasa Indonesia yang benar kian memudar.

            Seperti yang kita ketahui dan dapat kita ambil sebagai contoh ialah cara berbicara generasi Milenial. Sebagai contoh kata “Sabi” Plesetan dari kata bisa, “Sabeb” Plesetan dari kata bebas, “Boljug” Plesetan dari kata boleh juga, “Sotetot” Plesetan dari sok tahu, “Mantul” Plesetan dari mantap betul, “Caper” Plesetan dari cari perhatian, dan masih banyak lagi. Yang mana kita bisa asumsikan itu bukan bahasa Indonesia yang benar.

            Penggunaan bahasa yang sudah disebutkan tidak sembarangan orang dapat memahami kata tersebut, mungkin hanya beberapa saja, atau hanya satu generasi saja yaitu generasi Milenial. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa generasi Zoomer dan generasi Boomer juga dapat memahami bahasa tersebut yang sudah di cap gaul oleh generasi Milenial. Semua dapat berubah seiring berjalannya waktu.

            Muncul pertanyaan, apakah tidak ada tindakan lebih lanjut terhadap penggunaan bahasa yang tidak benar? Tindakan lebih lanjut terhadap penggunaan bahasa tidak benar menurut saya hanya akan membuang waktu saja. Mengapa? Karena bahasa Indonesia menurut opini saya adalah bahasa yang kaya akan sastra, sementara sastra itu dipergunakan untuk sesuatu yang estetik, tidak terpaku, dan bebas.

            Jadi, biarkan saja mereka menikmati apa yang sudah tersedia di zaman mereka, generasi sebelumnya seharusnya tidak terlalu ikut campur terhadap generasi sekarang. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa pergaulan akan berubah seiring berjalannya waktu. Saya yakin pada generasi selanjutnya juga akan ada suatu bahasa baru yang mungkin hanya generasi selanjutnya saja yang akan mengerti.